Tugas Praktikum Penkom

Winrar mengkompress file sehingga memperkecil ukuran file sebelumnya.Berikut ulasannya.

D I S A V E A B E D
Keterangan:
1 Karakter= 8bit
1. Masing-masing karakter terdiri dari 8 bit jadi bisa hitung jumlah karakternya ada 11 x 8 =80 bit.
2. Jika dikompress maka hasilnya bisa di buat seperti ini :
-.Ada 2 karakter yang sama yaitu “ A “ dan “ E “ dan “ D “
-.Maka kalau dikompress, maka karakter yang sama akan dijadikan satu karakter hasilnya seperti ini :

DISAVEB = Terdiri dari dari 7 karakter dengan jumlah 56 Bit (7 karakter x 8bit).

Tugas PenKom

 

Untitled

 

 

 

Penemu 4G Adalah Orang Indonesia

Sosok Profesor Indonesia Penemu Jaringan 4G yang Mendunia

Istilah jaringan dalam dunia komunikasi dewasa ini. Antara lain AMPS, GPRS, EDGE, 2.5G, 3G, 3.5G dan yang terbaru adalah 4G yang diklaim menjadi jaringan dengan transmisi data tercepat untuk saat ini. Prof. Dr. Khoirul Anwar, merupakan seorang ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dimana telah memegang dua hak paten penting di bidang telekomunikasi. Khoirul adalah lulusan Jurusan Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cumlaude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute Science and Technology ( NAIST ) pada tahun 2005 dan 2008. Beliau juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California. Prof. Dr. Khoirul Anwar Adalah penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Profesor kelahiran Kediri tahun 1978 itu menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dalam keterbatasan. Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan “ide nyeleneh” mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja “Sistem ini mampu menurunkan energi sampai 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” katanya dan hasilnya kecepatan data yang dikirim meningkat.

Ternyata penemuan hebat anak dari almarhum Sudjianto dan Siti Patmi ini terinspirasi dari film animasi untuk anak-anak. Dragon Ball, sebuah film anime Jepang yang kerap ia tonton jadi sumber inspirasinya. “Ketika Goku (tokoh utama Dragon Ball) akan melayangkan Spirit Ball yang merupakan jurus terdahsyatnya, Goku akan menyerap semua energi makhluk hidup di alam sehingga menghasilkan energi yang luar biasa,” katanya.

Konsep itu, lanjut Khoirul, diturunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian. Jurus Spirit Ball dianalogikan sebagai turbo equalizer yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang. “Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Awalnya hal itu dianggap tak mungkin di dunia telekomunikasi,” katanya.

Lebih lanjut Khoirul mengatakan bahwa guard interval merupakan sesuatu yang tidak berguna di perangkat penerima. “Selain hanya untuk pembatas, mengirimkan power untuk sesuatu yang tidak berguna adalah sia-sia,” imbuh suami dari Sri Yayu Indriyani. Metode ala jurus Dragon Ball ini bisa dibilang mampu memecahkan masalah transmisi nirkabel. Apalagi temuan ini bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM, CDMA, dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah. Menurut Khoirul, dalam penerapannya metode ini mampu menjawab masalah telekomunikasi di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit maupun di pegunungan. “Sebab di daerah itu biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang,” katanya.

Temuan lulusan Teknik Elektro ITB yang telah dipatenkan itu kini digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi Cina, Huawei Technology. Dengan digunakannya teknologi ini oleh industri, Khoirul berhak mendapatkan royalti. Dan sebagai penghargaan terhadap orang tuanya, royalti pertamanya dia berikan kepada sang ibu di Kediri. “Karena ibu yang berjuang sendirian menyekolahkan saya,” katanya.

Asisten Professor di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology ) ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khorul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.

Luar biasa bukan kisah anak bangsa indonesia yang memiliki prestasi cemerlang dimata dunia, ternyata bangsa Indonesia tak hanya sebagai bangsa pengguna namun dapat menjadi bangsa penemu dan sebagai pengubah serta memberikan gebrakan baru kepada dunia . Nah, kini giliran kita sebagai pemuda bangsa, sebagai penerus bangsa untuk tidak hanya sebagai penonton namun turut andil dalam memberikan perubahan kepada dunia. Bukanlah hal yang mustahil bagi kita untuk mengikuti jejak mereka karena ada istilah mengatakan “ You can if you think you can” ( Engkau Pasti Bisa Jika Engkau Berfikir Bisa ). Jadi Ayoooo tunjukan semangatmu untuk memberikan perubahan kepada dunia.

Kerukunan Antar Agama di Mesir

 Patut Ditiru, Ummat Islam MenJaga Saudara Kristiani Yg Lagi Beribadah

Patut ditiru nich sikap ummat Islam dan umat kristiani yang saling menjaga ibadah mereka, satu sama lain.

Sekalipun kini sedang berada dalam konflik pelik dan telah menjatuhkan ratusan nyawa menjadi korbannya. Bagi banyak orang, Mesir kini menjadi negara yang mencekam. Demonstrasi, kerusuhan dan pertikaian di mana-mana mengubah Mesir yang dulunya adalah negara ramah dan indah menjadi kelam dan menakutkan. Akan tetapi ternyata, kerukunan di Mesir tidak mati begitu saja.

Kerukunan antar umat beragama masih terjaga di sana. Di tengah konflik membara, umat Muslim di sana menjaga gereja ketika umat Kristen Koptik melaksanakan ibadah.

Mereka berdiri di depan gereja, membuat barisan seperti benteng dan memastikan bahwa teman-teman mereka yang sedang beribadah tidak tertanggu dan tidak diserang oleh orang-orang yang bermaksud mengacaukan segalanya.

Di dalam kumpulan foto yang beredar di internet ini, diberitakan bahwa 20 pria muslim mengenakan pakaian tradisional Islam berjejer sambil berpegangan tangan di depan sebuah katedral yang besar.

Tindakan itu dilakukan dengan maksud untuk melindungi gereja dari aksi perusakan dan serangan saat umat Kristen menghadiri misa di dalam gereja itu.

Beberapa foto ini mengundang rasa haru dan optimis dari seluruh dunia bahwa rasa kemanusiaan dan rasa kedamaian masih hidup di hati setiap manusia.

Penyerangan gereja di Mesir sama gencarnya seperti Masjid yang diserang oleh kaum yang sedang berkonflik. Foto ini membuat banyak orang berdoa semoga konflik di Mesir segera selesai.

Apakah Anda tahu, bahwa ketika ibadah Salat Jumat, para pemeluk Kristen Koptik juga membuat ‘perisai’ yang sama untuk saudara Muslim mereka? Mereka membentangkan tangan, bergandengan dan memberi ‘benteng’ bagi kaum Muslim yang sedang beribadah salat Jumat.

Menjaga kedamaian tidaklah susah, andai semua orang mengerti bahwa betapa indahnya hidup tanpa konflik dan amarah. Mari kita doakan semoga konflik di Mesir segera usai dan baik umat Islam ataupun Kristen bisa beribadah tanpa rasa takut akan diserang.

Transplantasi Kepala

Peneliti: Operasi Sambung Kepala Manusia Bisa Dilakukan

Temuan ini terdengar aneh. Mustahil. Tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Sergio Canavero, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh, atau head transplant. Jadi kepala si A, misalnya, bisa disambungkan dengan tubuh si B.

Temuan ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh. Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, sebagaimana dilansir Telegraph, 3 Juli 2013.

Bagaimana caranya?

Caranya hampir sama dengan apa yang dilakukan pada hewan. Untuk diketahui soal sambung-enyambung kepala dan tubuh ini memang sudah pernah dilakukan pada hewan di tahun 1970. Saat itu salah seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya.

Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2001, para ahli AS melakukan operasi serupa dan memang berhasil.

Yang kurang berhasil adalah monyet hasil transplantasi Dr White itu. Semula setelah kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula membuka mata, serta merasakan makanan.

Sayangnya, karena Dr White tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), sehingga akhirnya monyet itu lumpuh dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.

Lalu percobaan yang sama diteliti untuk manusia? Ya, agak ngeri-ngeri cerdas memang. Tapi sejumlah ahli meragukannya. Terutama karena susah menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syarat-syarat di kepala. Dan memang, White sudah pernah gagal melakukannya.

Tapi menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju sekarang. “Kemajuan teknologi untuk menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi. Terobosan itu mampu menyembuhkan kelumpuhan yang diderita oleh manusia,” katanya.

Dia lalu menguraikan secara deteil perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima. Sama halnya seperti golongan darah.

“Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang lebih £8,5 juta (setara Rp. 128 miliar),” ujar Canavero optimistis.

“Ini bukan fiksi ilmiah, tapi bisa dilakukan pada hari ini. Operasi penyambungan ini mampu memberikan kehidupan baru bagi manusia. Kendala terbesar adalah masalah dana,” tambahnya.

Prosedur transplantasi

Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akan menjalani transplantasi.

Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius. Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor.

Soal batasan waktu satu jam itu mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.

Dalam paper-nya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari salah satu tubuh ke tubuh yang lain.

“Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord. Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu membuat saraf (akson) terdekat menyatu dengan akson lainnya,” jelasnya.

Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant, yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat cedera secara mekanik.

Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest — perawatan hilangnya fungsi jantung. Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan.

Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin. Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.

Dianggap aneh

Namun, klaim dari Canavero langsung ditolak oleh Profesor Anthony Warrens dari British Transplantation Society. Dia mengatakan, menghubungkan kepala dan tubuh manusia tidak ada gunanya. Dia menganggap ini konsep yang benar-benar aneh.

Profesor Anthony tidak sendirian. Dr Calum Mackellar dari Scottish Council on Human Bioethics pun mengatakan konsep yang ditawarkan Canavero tidak masuk di akal.

“Tindakan menyambungkan kepala dan tubuh manusia adalah seperti adegan pada film horor,” tuturnya.

hello world

selamat datang

moto gp

Hasil Tes Rossi Bersama Ducati di Jerez Terkuak

Sesuai jadwal, Valentino Rossi dan Ducati melakukan tes pada motor prototype 1000cc di Sirkuit Jerez, Spanyol hari Kamis kemarin, mengambil alih tugas test rider Ducati, Franco Battaini yang melakukan uji coba pada hari Selasa dan Rabu pekan ini. Sementara The Doctor kemarin menggunakan mesin ketujuhnya pada tes yang dilakukan pada cuaca hangat dan bermandikan matahari tersebut. more »